Modul Setting (Pengaturan)
Modul Setting atau Preferensi merupakan pusat kendali untuk seluruh konfigurasi sistem ERP Siumang. Dari sini, administrator memiliki kemampuan penuh untuk menyesuaikan sistem agar selaras dengan operasional dan kebijakan bisnis spesifik perusahaan Anda. Modul ini adalah fondasi untuk memastikan ERP Siumang bekerja secara optimal, efisien, dan konsisten di seluruh departemen.
Memahami setiap bagian dari modul ini akan memberdayakan Anda untuk mengelola sistem dengan lebih efektif, mengoptimalkan alur kerja, dan menjaga integritas data.
Gambar: Tampilan umum halaman Modul Setting.
Pengaturan Perusahaan (Company Settings)
Bagian Pengaturan Perusahaan adalah tempat Anda mendefinisikan identitas dan parameter operasional utama perusahaan Anda dalam sistem ERP Siumang. Konfigurasi di sini sangat penting karena memengaruhi bagaimana sistem merepresentasikan entitas bisnis Anda dalam semua transaksi, laporan, dan dokumen resmi.
Memastikan semua detail perusahaan diisi dengan akurat akan menjamin integritas data dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Gambar: Tampilan formulir Pengaturan Perusahaan Baru.
Detail Perusahaan
Bagian ini mencakup informasi dasar dan wajib yang mendefinisikan perusahaan Anda.
- Company *:
Fungsi: Ini adalah nama resmi perusahaan Anda yang akan muncul di semua dokumen, laporan, dan antarmuka sistem. Ini adalah field wajib.
Cara Input: Masukkan nama lengkap perusahaan Anda (misal: "PT Siumang Teknologi Indonesia").
- Abbr *:
Fungsi: Singkatan dari nama perusahaan. Digunakan untuk identifikasi singkat dalam sistem, terutama di mana ruang terbatas. Ini juga field wajib.
Cara Input: Masukkan singkatan yang relevan (misal: "STI" untuk PT Siumang Teknologi Indonesia).
- Default Currency *:
Fungsi: Mata uang utama yang akan digunakan oleh perusahaan ini untuk semua transaksi keuangan dan pelaporan akuntansi. Ini adalah field wajib.
Cara Input: Pilih mata uang default dari daftar *dropdown* (misal: "IDR - Indonesian Rupiah" atau "USD - US Dollar").
- Country *:
Fungsi: Negara tempat perusahaan ini beroperasi. Pengaturan ini memengaruhi format alamat, pajak, dan regulasi lokal yang relevan dalam sistem. Ini adalah field wajib.
Cara Input: Pilih negara dari daftar *dropdown* (misal: "Indonesia").
- Is Group:
Fungsi: Jika dicentang, ini menandakan bahwa entitas ini adalah perusahaan induk atau grup perusahaan, bukan entitas operasional tunggal. Ini relevan untuk struktur multi-perusahaan.
Cara Input: Centang kotak ini jika perusahaan Anda adalah entitas grup.
- Default Holiday List:
Fungsi: Daftar hari libur default yang akan diterapkan pada perusahaan ini. Ini memengaruhi perhitungan jadwal kerja, tenggat waktu, dan perencanaan sumber daya.
Cara Input: Pilih daftar hari libur yang relevan dari daftar *dropdown* yang telah dikonfigurasi sebelumnya.
- Use Company NITKU:
Fungsi: Jika dicentang, perusahaan ini akan diperlakukan tidak memiliki cabang untuk tujuan pelaporan faktur pajak (NITKU - Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha). Ini sering relevan untuk kepatuhan pajak di yurisdiksi tertentu.
Cara Input: Centang kotak ini jika sesuai dengan kebijakan pelaporan pajak perusahaan Anda.
Parameter Tambahan
Bagian ini berisi field-field tambahan yang memberikan informasi lebih lanjut tentang perusahaan dan memengaruhi beberapa fungsionalitas sistem.
- Default Letter Head:
Fungsi: Kepala surat default yang akan digunakan saat mencetak dokumen resmi perusahaan (misal: faktur, surat penawaran). Ini memastikan branding yang konsisten.
Cara Input: Pilih template kepala surat yang telah dibuat di sistem.
- Tax ID:
Fungsi: Nomor Identifikasi Pajak perusahaan (misal: NPWP di Indonesia). Penting untuk tujuan pelaporan pajak dan kepatuhan.
Cara Input: Masukkan nomor identifikasi pajak yang valid.
- Company's NITKU:
Fungsi: Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha perusahaan. Ini adalah identifikasi unik untuk lokasi bisnis, seringkali terkait dengan regulasi pajak atau perizinan.
Cara Input: Masukkan nomor NITKU perusahaan.
- Domain:
Fungsi: Domain bisnis utama tempat perusahaan beroperasi (misal: Manufaktur, Retail, Jasa, Pendidikan). Pengaturan ini dapat memengaruhi modul dan fitur yang terlihat dalam sistem.
Cara Input: Pilih domain yang paling sesuai dengan jenis bisnis utama perusahaan Anda dari daftar *dropdown*.
- Date of Establishment:
Fungsi: Tanggal pendirian resmi perusahaan. Ini adalah informasi historis penting untuk catatan perusahaan.
Cara Input: Pilih tanggal pendirian perusahaan menggunakan pemilih tanggal.
- Parent Company:
Fungsi: Jika perusahaan ini adalah anak perusahaan, field ini digunakan untuk menautkannya ke perusahaan induk. Ini membangun struktur hierarkis untuk pelaporan konsolidasi.
Cara Input: Pilih perusahaan induk dari daftar *dropdown* jika berlaku.
Detail Registrasi
Bagian ini biasanya menyediakan ruang untuk detail registrasi tambahan yang mungkin diperlukan oleh regulasi lokal atau untuk keperluan internal.
- Registration Details:
Fungsi: Field teks bebas untuk memasukkan informasi registrasi tambahan yang tidak tercakup oleh field spesifik lainnya (misal: Nomor Akta Pendirian, informasi perizinan khusus).
Cara Input: Masukkan teks yang relevan di area teks yang disediakan.
Tab Accounts (Pengaturan Akuntansi Perusahaan)
Tab Accounts dalam Pengaturan Perusahaan adalah bagian krusial di ERP Siumang yang memungkinkan Anda mengonfigurasi aspek-aspek fundamental akuntansi yang terkait langsung dengan entitas perusahaan Anda. Pengaturan di sini akan memengaruhi bagaimana transaksi keuangan diproses, dibulatkan, dan dilaporkan, serta bagaimana aset tetap dan pembayaran muka dikelola.
Memahami setiap bagian dari tab ini akan memastikan bahwa pencatatan keuangan perusahaan Anda akurat, konsisten, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Chart of Accounts (Bagan Akun)
Bagian ini menentukan bagaimana Bagan Akun (Chart of Accounts) perusahaan Anda akan dibuat secara otomatis saat perusahaan baru ditambahkan ke sistem.
Create Chart Of Accounts Based On:
Fungsi: Pilihan ini menentukan template atau struktur dasar yang akan digunakan untuk membuat Bagan Akun perusahaan Anda. Bagan Akun adalah daftar semua akun keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengklasifikasikan transaksi (misal: Kas, Piutang Usaha, Pendapatan Penjualan, Biaya Gaji).
Cara Input: Pilih dari daftar *dropdown* yang tersedia. Umumnya, Anda akan memilih template yang paling sesuai dengan standar akuntansi atau industri Anda (misal: "Standard", "India", "USA").
Default Accounts (Akun Default)
Bagian ini memungkinkan Anda untuk menetapkan akun-akun akuntansi default yang akan digunakan secara otomatis oleh sistem untuk jenis transaksi tertentu, terutama yang berkaitan dengan pembulatan nilai.
Round Off Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat selisih pembulatan (rounding off) yang terjadi dalam transaksi. Misalnya, jika total faktur adalah Rp 100.000,50 dan sistem dibulatkan menjadi Rp 100.001,00, selisih Rp 0,50 akan dicatat ke akun ini.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Biaya Pembulatan" atau "Pendapatan Pembulatan").
Round Off for Opening:
Fungsi: Mirip dengan "Round Off Account", tetapi akun ini khusus digunakan untuk mencatat selisih pembulatan yang terjadi saat memasukkan saldo awal (opening balances) ke dalam sistem. Ini membantu menyeimbangkan entri saldo awal jika ada selisih kecil.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Pembulatan Saldo Awal").
Round Off Cost Center:
Fungsi: Pusat biaya (Cost Center) yang akan dikaitkan dengan entri pembulatan. Ini memungkinkan Anda melacak biaya pembulatan pada departemen atau proyek tertentu.
Cara Input: Pilih pusat biaya yang relevan dari daftar yang tersedia.
Deferred Accounting (Akuntansi Ditangguhkan)
Bagian ini mengonfigurasi akun-akun yang digunakan untuk mencatat pendapatan atau biaya yang ditangguhkan (deferred revenue/expense). Akuntansi ditangguhkan digunakan untuk mengakui pendapatan atau biaya secara periodik selama masa manfaatnya, meskipun pembayaran sudah diterima atau dilakukan di muka.
Write Off Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat jumlah yang dihapus buku (write-off) dari pendapatan atau biaya ditangguhkan. Ini terjadi jika ada bagian dari pendapatan/biaya ditangguhkan yang tidak dapat lagi diakui atau dibebankan.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Kerugian Penghapusan Pendapatan Ditangguhkan").
Unrealized Exchange Gain/Loss Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat laba atau rugi selisih kurs yang belum direalisasi (unrealized) dari transaksi mata uang asing. Ini terjadi ketika ada fluktuasi nilai tukar antara tanggal transaksi dan tanggal pelaporan, tetapi transaksi belum diselesaikan (misal: faktur belum dibayar).
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Laba/Rugi Selisih Kurs Belum Direalisasi").
Exchange Gain / Loss Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat laba atau rugi selisih kurs yang sudah direalisasi (realized) dari transaksi mata uang asing. Ini terjadi ketika transaksi mata uang asing diselesaikan, dan ada perbedaan nilai tukar antara tanggal transaksi asli dan tanggal penyelesaian pembayaran.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Laba/Rugi Selisih Kurs Direalisasi").
Gambar: Pengaturan Akuntansi Ditangguhkan.
Round Off (Pembulatan)
Bagian ini berkaitan dengan pengaturan akun untuk laba atau rugi yang belum direalisasi, diskon pembayaran, dan template syarat pembayaran default.
Gambar: Pengaturan Pembulatan.
Unrealized Profit / Loss Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat laba atau rugi yang belum direalisasi dari penilaian ulang aset atau kewajiban yang dimiliki perusahaan. Ini sering terjadi pada investasi atau instrumen keuangan yang nilainya berfluktuasi tetapi belum dijual.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Laba/Rugi Belum Direalisasi").
Default Payment Discount Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat diskon yang diberikan atau diterima atas pembayaran lebih awal (misal: diskon 2/10 net 30). Ini adalah akun biaya jika Anda memberikan diskon, atau akun pendapatan jika Anda menerima diskon.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Diskon Penjualan" atau "Diskon Pembelian").
Default Payment Terms Template:
Fungsi: Template syarat pembayaran default yang akan secara otomatis diterapkan pada transaksi penjualan atau pembelian baru. Ini mencakup detail seperti jangka waktu pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan diskon pembayaran awal.
Cara Input: Pilih template syarat pembayaran yang telah Anda buat di sistem.
Default Finance Book:
Fungsi: Buku keuangan default yang akan digunakan untuk mencatat transaksi akuntansi. Ini relevan jika Anda memiliki beberapa buku keuangan untuk tujuan pelaporan yang berbeda.
Cara Input: Pilih buku keuangan default dari daftar yang tersedia.
Advance Payments (Pembayaran Muka)
Bagian ini mengonfigurasi bagaimana pembayaran muka (uang muka) akan dicatat dalam sistem, serta bagaimana rekonsiliasi pembayaran muka dilakukan.
Gambar: Pengaturan Pembayaran Muka.
Book Advance Payments in Separate Party Account:
Fungsi: Jika dicentang, pembayaran muka yang diterima dari pelanggan atau dibayarkan kepada pemasok akan dicatat dalam akun pihak (Party Account) yang terpisah, bukan langsung ke akun aset atau kewajiban utama. Ini memberikan visibilitas yang lebih jelas terhadap saldo pembayaran muka.
Manfaat:
- Pembayaran muka yang diterima akan dicatat di akun Kewajiban (Liability Account), bukan di akun Aset. Ini karena uang muka yang diterima dari pelanggan adalah kewajiban hingga barang/jasa diserahkan.
- Pembayaran muka yang dibayarkan akan dicatat di akun Aset (Asset Account), bukan di akun Kewajiban. Ini karena uang muka yang dibayarkan kepada pemasok adalah aset hingga barang/jasa diterima.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan fitur ini.
Reconciliation Takes Effect On:
Fungsi: Pilihan ini menentukan bagaimana sistem akan merekonsiliasi pembayaran muka dengan faktur yang relevan. Ini penting untuk mengelola piutang dan hutang dengan benar.
Cara Input: Pilih dari daftar *dropdown*:
- Oldest Of Invoice Or Advance: Sistem akan mencoba merekonsiliasi pembayaran muka dengan faktur tertua atau pembayaran muka tertua yang belum dialokasikan.
- Pilihan lain mungkin tersedia tergantung pada versi sistem Anda, yang mungkin memprioritaskan faktur terbaru atau pembayaran muka terbaru.
Exchange Rate Revaluation Settings (Pengaturan Revaluasi Nilai Tukar)
Bagian ini mengonfigurasi bagaimana sistem akan secara otomatis melakukan revaluasi nilai tukar mata uang asing untuk akun-akun tertentu, seperti akun bank atau akun piutang/hutang dalam mata uang asing. Revaluasi ini diperlukan untuk mencerminkan nilai wajar aset dan kewajiban dalam mata uang dasar perusahaan akibat fluktuasi nilai tukar.
Gambar: Pengaturan Revaluasi Nilai Tukar.
Auto Create Exchange Rate Revaluation:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan secara otomatis membuat entri revaluasi nilai tukar pada frekuensi yang ditentukan. Ini mengotomatisasi proses penyesuaian nilai akun mata uang asing.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan otomatisasi.
Frequency:
Fungsi: Menentukan seberapa sering revaluasi nilai tukar otomatis akan dilakukan.
Cara Input: Pilih dari daftar *dropdown* (misal: "Daily" - Harian, "Weekly" - Mingguan, "Monthly" - Bulanan).
Submit ERR Journals?:
Fungsi: Jika dicentang, entri jurnal yang dihasilkan dari revaluasi nilai tukar (ERR - Exchange Rate Revaluation) akan secara otomatis disubmit (dikirim) ke buku besar. Jika tidak dicentang, entri akan dibuat dalam status draf dan memerlukan persetujuan manual.
Cara Input: Centang kotak ini jika Anda ingin entri revaluasi langsung diposting.
Budget Detail (Detail Anggaran)
Bagian ini mengonfigurasi peran yang bertanggung jawab untuk menyetujui anggaran yang melebihi batas yang ditentukan (exception budget approval).
Gambar: Pengaturan Detail Anggaran.
Exception Budget Approver Role:
Fungsi: Menentukan peran pengguna yang memiliki wewenang untuk menyetujui anggaran yang melebihi batas yang telah ditetapkan. Ini adalah bagian dari kontrol anggaran dan manajemen pengeluaran.
Cara Input: Pilih peran yang sesuai dari daftar *dropdown* (misal: "Finance Manager", "CEO").
Fixed Asset Defaults (Default Aset Tetap)
Bagian ini menetapkan akun-akun default dan parameter lain yang digunakan untuk mengelola aset tetap perusahaan, termasuk depresiasi dan disposisi aset.
Gambar: Pengaturan Default Aset Tetap.
Accumulated Depreciation Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat total akumulasi depresiasi dari semua aset tetap. Ini adalah akun kontra-aset yang mengurangi nilai buku aset.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Akumulasi Depresiasi").
Gain/Loss Account on Asset Disposal:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat laba atau rugi yang timbul dari penjualan atau penghapusan aset tetap. Jika harga jual lebih tinggi dari nilai buku, akan ada laba; jika lebih rendah, akan ada rugi.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Laba/Rugi Penjualan Aset").
Depreciation Expense Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat biaya depresiasi yang dibebankan secara periodik atas aset tetap. Ini adalah akun biaya yang mencerminkan penurunan nilai aset seiring waktu.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Biaya Depresiasi").
Asset Depreciation Cost Center:
Fungsi: Pusat biaya yang akan dikaitkan dengan biaya depresiasi aset. Ini memungkinkan Anda melacak biaya depresiasi pada departemen atau proyek tertentu.
Cara Input: Pilih pusat biaya yang relevan dari daftar yang tersedia.
Series for Asset Depreciation Entry (Journal Entry):
Fungsi: Seri penomoran otomatis yang akan digunakan untuk entri jurnal depresiasi aset. Ini memastikan setiap entri depresiasi memiliki nomor unik.
Cara Input: Pilih atau buat seri penomoran yang sesuai (misal: "DEP-").
Capital Work In Progress Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat biaya-biaya yang terkait dengan aset yang sedang dibangun atau dikembangkan (Capital Work In Progress - CWIP) sebelum aset tersebut siap digunakan dan didepresiasi.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Pekerjaan dalam Proses Kapital").
Expenses Included In Asset Valuation:
Fungsi: Field teks bebas untuk mencantumkan jenis-jenis biaya yang harus dimasukkan dalam nilai perolehan aset (misal: biaya instalasi, biaya pengiriman). Ini memastikan nilai aset dicatat dengan benar.
Cara Input: Masukkan daftar jenis biaya yang relevan.
Asset Received But Not Billed:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat nilai aset yang telah diterima secara fisik tetapi faktur pembeliannya belum diterima atau diproses. Ini adalah akun kewajiban sementara.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda (misal: "Aset Diterima Belum Ditagih").
Tab Buying and Selling (Pengaturan Pembelian dan Penjualan Perusahaan)
Tab Buying and Selling dalam Pengaturan Perusahaan adalah tempat Anda mengonfigurasi parameter default yang memengaruhi proses pembelian dan penjualan di seluruh sistem ERP Siumang. Pengaturan di sini sangat penting untuk memastikan konsistensi dalam transaksi, mengelola target penjualan, dan menentukan alur penanganan retur.
Konfigurasi yang tepat di bagian ini akan membantu mengoptimalkan efisiensi operasional tim pembelian dan penjualan Anda.
Gambar: Tampilan Tab Buying and Selling.
Buying & Selling Settings (Pengaturan Pembelian & Penjualan)
Bagian ini mencakup field-field utama yang mengatur perilaku default untuk proses pembelian dan penjualan.
- Default Buying Terms:
Fungsi: Field ini memungkinkan Anda menetapkan template syarat dan ketentuan pembelian default yang akan secara otomatis diterapkan pada setiap dokumen pembelian baru (misal: Permintaan Pembelian, Pesanan Pembelian). Syarat ini bisa mencakup kondisi pembayaran, pengiriman, atau klausul kontrak lainnya.
Cara Input: Pilih template syarat pembelian yang telah dikonfigurasi sebelumnya di sistem Anda. Template ini akan membantu memastikan konsistensi dalam semua kesepakatan pembelian.
Efek pada Sistem: Mengurangi input manual dan potensi kesalahan. Setiap kali dokumen pembelian dibuat, syarat yang ditetapkan di sini akan terisi otomatis, memastikan kepatuhan terhadap kebijakan pengadaan perusahaan.
- Default Selling Terms:
Fungsi: Mirip dengan syarat pembelian, field ini digunakan untuk menetapkan template syarat dan ketentuan penjualan default yang akan secara otomatis diterapkan pada setiap dokumen penjualan baru (misal: Penawaran, Pesanan Penjualan, Faktur Penjualan). Ini mencakup kondisi pembayaran, garansi, atau ketentuan layanan.
Cara Input: Pilih template syarat penjualan yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Ini sangat penting untuk menjaga konsistensi dalam penawaran kepada pelanggan.
Efek pada Sistem: Mempercepat proses penjualan dan memastikan semua penawaran kepada pelanggan konsisten dengan kebijakan penjualan perusahaan. Ini juga membantu dalam kepatuhan hukum terkait penjualan.
- Monthly Sales Target:
Fungsi: Field ini memungkinkan Anda untuk menetapkan target penjualan bulanan secara keseluruhan untuk perusahaan. Meskipun ini adalah target tingkat tinggi, ini dapat digunakan untuk pelaporan dan analisis kinerja penjualan makro.
Cara Input: Masukkan nilai numerik sebagai target penjualan bulanan (misal: "100000000" untuk Rp 100 juta).
Efek pada Sistem: Data ini dapat digunakan dalam modul pelaporan untuk membandingkan penjualan aktual dengan target yang ditetapkan, membantu manajemen dalam mengevaluasi kinerja dan membuat keputusan strategis.
- Default Warehouse for Sales Return:
Fungsi: Gudang default yang akan digunakan untuk menerima barang-barang yang dikembalikan oleh pelanggan (retur penjualan). Ketika pelanggan mengembalikan produk, sistem akan secara otomatis mengarahkan barang tersebut ke gudang ini.
Cara Input: Pilih gudang yang telah dikonfigurasi di sistem Anda yang ditujukan untuk menampung barang retur.
Efek pada Sistem: Memastikan alur kerja retur penjualan yang efisien. Barang retur akan langsung masuk ke lokasi yang benar, memudahkan proses inspeksi, perbaikan, atau pengembalian ke stok yang dapat dijual kembali, serta pembaruan catatan inventaris yang akurat.
HR & Payroll Settings (Pengaturan HR & Penggajian)
Bagian ini mengonfigurasi parameter penting yang berkaitan dengan manajemen Sumber Daya Manusia (HR) dan proses penggajian (Payroll) dalam perusahaan Anda. Pengaturan di sini memastikan pencatatan yang akurat untuk karyawan dan pembayaran gaji.
Gambar: Tampilan Tab HR & Payroll.
- Default Employee Advance Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat pembayaran uang muka atau pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Ketika perusahaan memberikan uang muka kepada karyawan, jumlah tersebut akan dicatat ke akun ini sebagai aset perusahaan yang akan ditagih kembali dari karyawan.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda yang khusus digunakan untuk mencatat uang muka karyawan (misal: "Uang Muka Karyawan" atau "Pinjaman Karyawan"). Akun ini biasanya merupakan bagian dari aset lancar.
Efek pada Sistem: Memastikan pencatatan keuangan yang benar untuk transaksi uang muka karyawan. Ini memungkinkan pelacakan yang akurat terhadap saldo uang muka yang belum dilunasi oleh setiap karyawan, dan memfasilitasi rekonsiliasi saat pemotongan gaji dilakukan.
Stock and Manufacturing Settings (Pengaturan Stok & Manufaktur)
Bagian ini mengonfigurasi parameter penting yang berkaitan dengan pengelolaan stok dan proses manufaktur dalam perusahaan Anda. Pengaturan di sini memastikan efisiensi dalam rantai pasok dan produksi.
Gambar: Tampilan Tab Stock and Manufacturing.
- Default Operating Cost Account:
Fungsi: Akun ini digunakan untuk mencatat biaya operasional default yang terkait dengan proses manufaktur atau pengelolaan stok. Biaya ini bisa mencakup biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, atau biaya lain yang tidak langsung terkait dengan material.
Cara Input: Pilih akun yang sesuai dari Bagan Akun Anda yang khusus digunakan untuk mencatat biaya operasional (misal: "Biaya Produksi", "Biaya Overhead Pabrik", atau "Biaya Operasional Gudang"). Akun ini biasanya merupakan bagian dari biaya pokok penjualan atau biaya operasional.
Efek pada Sistem: Memastikan alokasi biaya yang benar untuk aktivitas produksi dan stok. Ini penting untuk perhitungan biaya produksi yang akurat, penilaian inventaris, dan analisis profitabilitas produk. Pengaturan ini membantu dalam pelacakan dan pelaporan biaya operasional secara efisien.
System Settings (Pengaturan Sistem)
Bagian System Settings adalah pusat konfigurasi global yang memengaruhi perilaku keseluruhan sistem ERP Siumang. Pengaturan di sini mencakup preferensi dasar seperti bahasa, zona waktu, format tanggal dan angka, hingga kontrol izin pengguna yang lebih lanjut.
Mengelola pengaturan ini dengan cermat akan memastikan sistem berfungsi secara optimal, sesuai dengan kebutuhan operasional dan keamanan perusahaan Anda.
Gambar: Tampilan umum halaman System Settings.
General System Settings (Pengaturan Sistem Umum)
Bagian ini mencakup konfigurasi dasar yang memengaruhi pengalaman pengguna dan perilaku sistem secara umum.
- Country *:
Fungsi: Menentukan negara default untuk instalasi ERP Siumang Anda. Pengaturan ini memengaruhi format alamat, pajak, dan beberapa fitur lokalisasi lainnya.
Cara Input: Pilih negara Anda dari daftar *dropdown* (misal: "Indonesia").
Efek pada Sistem: Memastikan sistem menyesuaikan diri dengan regulasi dan standar lokal yang berlaku di negara yang dipilih.
- Time Zone *:
Fungsi: Menentukan zona waktu yang akan digunakan oleh sistem untuk semua pencatatan waktu transaksi dan aktivitas. Ini sangat penting untuk akurasi data dan pelaporan, terutama dalam operasi multinasional.
Cara Input: Pilih zona waktu yang sesuai dengan lokasi operasional utama Anda dari daftar *dropdown* (misal: "Asia/Jakarta").
Efek pada Sistem: Memastikan semua stempel waktu (timestamps) pada transaksi dan log sistem akurat dan konsisten, mencegah kebingungan dalam pelacakan waktu.
- Language *:
Fungsi: Menentukan bahasa antarmuka pengguna default untuk seluruh sistem. Pengguna individu mungkin dapat mengubah preferensi bahasa mereka sendiri, tetapi ini adalah pengaturan global.
Cara Input: Pilih bahasa yang diinginkan dari daftar *dropdown* (misal: "English" atau "Bahasa Indonesia").
Efek pada Sistem: Mengatur bahasa tampilan default untuk semua elemen antarmuka, pesan, dan label di ERP Siumang.
- Currency:
Fungsi: Menampilkan mata uang default yang telah diatur di Pengaturan Perusahaan (Company Settings). Ini adalah mata uang utama untuk semua transaksi dan pelaporan keuangan.
Cara Input: Field ini biasanya terisi otomatis dari pengaturan Company. Tidak dapat diubah langsung di sini.
Efek pada Sistem: Menjadi dasar untuk semua perhitungan finansial dan konversi mata uang dalam sistem.
- Default Display Currency:
Fungsi: Menentukan mata uang yang akan digunakan sebagai default untuk menampilkan nilai-nilai keuangan di seluruh sistem, terlepas dari mata uang transaksi aslinya. Berguna untuk pelaporan konsolidasi atau analisis.
Cara Input: Pilih mata uang dari daftar *dropdown*.
Efek pada Sistem: Memengaruhi tampilan numerik di laporan dan formulir, memungkinkan pengguna untuk melihat nilai dalam mata uang yang familiar.
- Enable Onboarding:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mengaktifkan alur kerja orientasi (onboarding) bagi pengguna baru. Ini dapat mencakup panduan langkah demi langkah, tur fitur, atau pesan selamat datang.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan fitur orientasi.
Efek pada Sistem: Membantu pengguna baru memahami dan mulai menggunakan sistem dengan lebih mudah.
- Disable Document Sharing:
Fungsi: Jika dicentang, fitur berbagi dokumen (sharing) di seluruh sistem akan dinonaktifkan. Ini meningkatkan keamanan dengan mencegah pengguna membagikan dokumen secara eksternal atau dengan pengguna lain yang tidak memiliki izin langsung.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menonaktifkan berbagi dokumen.
Efek pada Sistem: Membatasi kemampuan berbagi dokumen, memastikan bahwa akses ke informasi sensitif hanya melalui izin yang ketat.
Date and Number Format (Format Tanggal dan Angka)
Bagian ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan format tampilan tanggal, waktu, dan angka di seluruh sistem, serta mengatur presisi pembulatan.
- Date Format *:
Fungsi: Menentukan format tampilan tanggal yang akan digunakan di seluruh sistem (misal: "dd-mm-yyyy" untuk 24-07-2025, atau "mm/dd/yyyy" untuk 07/24/2025).
Cara Input: Pilih format tanggal yang diinginkan dari daftar *dropdown*.
Efek pada Sistem: Memastikan konsistensi dalam representasi tanggal di semua formulir, laporan, dan tampilan data.
- Time Format *:
Fungsi: Menentukan format tampilan waktu yang akan digunakan di seluruh sistem (misal: "HH:mm:ss" untuk 24 jam, atau "hh:mm:ss tt" untuk 12 jam dengan AM/PM).
Cara Input: Pilih format waktu yang diinginkan dari daftar *dropdown*.
Efek pada Sistem: Memastikan konsistensi dalam representasi waktu di semua formulir dan laporan.
- Number Format *:
Fungsi: Menentukan format tampilan angka numerik, termasuk pemisah ribuan dan desimal (misal: "#.###,##" untuk 1.000.000,50 atau "#,###.##" untuk 1,000,000.50).
Cara Input: Pilih format angka yang diinginkan dari daftar *dropdown*.
Efek pada Sistem: Memastikan angka ditampilkan dengan format yang mudah dibaca dan sesuai dengan konvensi regional.
- Use Number Format from Currency:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan menggunakan format angka yang terkait dengan mata uang default perusahaan, mengesampingkan pengaturan "Number Format" di atas. Ini berguna jika mata uang Anda memiliki konvensi format angka yang sangat spesifik.
Cara Input: Centang kotak ini jika Anda ingin format angka mengikuti mata uang.
Efek pada Sistem: Memastikan format angka secara otomatis menyesuaikan dengan standar mata uang yang digunakan.
- First Day of the Week:
Fungsi: Menentukan hari pertama dalam seminggu untuk kalender dan tampilan jadwal di seluruh sistem. Ini memengaruhi tampilan kalender dan perencanaan berbasis minggu.
Cara Input: Pilih hari dari daftar *dropdown* (misal: "Sunday" atau "Monday").
Efek pada Sistem: Memengaruhi bagaimana kalender dan jadwal ditampilkan kepada pengguna.
- Float Precision:
Fungsi: Menentukan jumlah digit desimal yang akan disimpan dan ditampilkan untuk angka floating-point (angka dengan koma) dalam perhitungan dan penyimpanan data. Ini memengaruhi akurasi perhitungan.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "3" untuk tiga angka di belakang koma).
Efek pada Sistem: Mengontrol tingkat presisi numerik untuk semua perhitungan dan penyimpanan data yang melibatkan angka desimal.
- Currency Precision:
Fungsi: Menentukan jumlah digit desimal yang akan ditampilkan untuk nilai mata uang. Ini dapat berbeda dari "Float Precision" jika Anda ingin tampilan mata uang memiliki presisi yang berbeda.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "2" untuk dua angka di belakang koma untuk mata uang).
Efek pada Sistem: Memengaruhi tampilan nilai mata uang di semua formulir dan laporan.
- Rounding Method:
Fungsi: Menentukan metode pembulatan yang akan digunakan oleh sistem untuk perhitungan keuangan. "Banker's Rounding" (pembulatan ke genap terdekat) adalah metode umum yang digunakan dalam akuntansi untuk mengurangi bias pembulatan.
Cara Input: Pilih metode pembulatan dari daftar *dropdown* (misal: "Banker's Rounding").
Efek pada Sistem: Memengaruhi bagaimana nilai-nilai keuangan dibulatkan, yang penting untuk akurasi laporan keuangan.
Permissions (Izin)
Bagian ini mengelola pengaturan terkait izin pengguna dan keamanan sistem.
- Apply Strict User Permissions:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan menerapkan izin pengguna yang sangat ketat. Jika izin pengguna didefinisikan untuk suatu DocType (jenis dokumen), dan nilai field tertentu pada dokumen tersebut kosong, maka dokumen tersebut tidak akan ditampilkan kepada pengguna tersebut.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan izin pengguna yang ketat.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan data dengan memastikan bahwa pengguna hanya dapat melihat dokumen yang sepenuhnya memenuhi kriteria izin mereka, mencegah akses ke dokumen yang belum lengkap atau tidak sesuai.
- Allow Older Web View Links (Insecure):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mengizinkan tautan tampilan web lama yang mungkin kurang aman. Opsi ini biasanya ada untuk kompatibilitas mundur tetapi tidak disarankan karena risiko keamanan.
Cara Input: Centang kotak ini hanya jika benar-benar diperlukan untuk kompatibilitas dengan sistem lama dan Anda memahami risikonya.
Efek pada Sistem: Dapat membuka celah keamanan jika tidak ditangani dengan hati-hati. Sebaiknya dibiarkan tidak dicentang kecuali ada kebutuhan spesifik.
Login Settings (Pengaturan Login)
Bagian ini mengonfigurasi parameter terkait proses login pengguna, keamanan sesi, dan metode autentikasi.
Gambar: Tampilan Tab Login di System Settings.
- Session Expiry (idle timeout):
Fungsi: Menentukan durasi (dalam jam:menit) setelah pengguna akan secara otomatis logout jika tidak ada aktivitas. Ini membantu meningkatkan keamanan dengan mencegah akses tidak sah ke akun yang ditinggalkan.
Cara Input: Masukkan durasi dalam format HH:MM (misal: "170:00" untuk 170 jam).
Efek pada Sistem: Memastikan sesi pengguna berakhir setelah periode tidak aktif tertentu, mengurangi risiko keamanan.
- Allow only one session per user:
Fungsi: Jika dicentang, pengguna hanya dapat memiliki satu sesi login aktif pada satu waktu. Jika mereka mencoba login dari perangkat lain, sesi sebelumnya akan diakhiri. Catatan: Beberapa sesi akan diizinkan dalam kasus perangkat seluler.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan pembatasan satu sesi per pengguna.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan akun dengan mencegah penggunaan kredensial yang sama secara bersamaan dari lokasi berbeda (kecuali untuk perangkat seluler).
- Document Share Key Expiry (In Days):
Fungsi: Menentukan jumlah hari setelah tautan tampilan web dokumen yang dibagikan akan kedaluwarsa. Ini penting untuk mengontrol akses ke dokumen yang dibagikan secara eksternal.
Cara Input: Masukkan jumlah hari (misal: "30" untuk 30 hari).
Efek pada Sistem: Memastikan bahwa tautan berbagi dokumen tidak berlaku selamanya, meningkatkan keamanan informasi sensitif.
- Disable Username/Password Login:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan menonaktifkan metode login tradisional menggunakan username dan password. Ini sering digunakan bersamaan dengan "Social Login" (login menggunakan akun Google/Facebook) atau metode autentikasi lain yang lebih aman.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menonaktifkan login username/password. Pastikan untuk mengonfigurasi Social Login Key terlebih dahulu untuk mencegah terkunci dari sistem.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan dengan mendorong penggunaan metode autentikasi yang lebih kuat, tetapi memerlukan konfigurasi alternatif yang cermat.
Login Methods (Metode Login)
Bagian ini memungkinkan Anda untuk mengonfigurasi metode login alternatif yang dapat digunakan oleh pengguna.
- Allow Login using Mobile Number:
Fungsi: Jika dicentang, pengguna dapat login menggunakan nomor ponsel mereka sebagai pengganti atau selain Email ID/Username.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan login dengan nomor ponsel.
Efek pada Sistem: Memberikan fleksibilitas lebih dalam metode login, terutama berguna di wilayah di mana nomor ponsel lebih umum digunakan sebagai identitas utama.
- Login with email link:
Fungsi: Jika dicentang, pengguna dapat login tanpa kata sandi dengan menggunakan tautan login yang dikirimkan ke alamat email mereka. Ini adalah metode login tanpa kata sandi yang aman.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan fitur ini.
Efek pada Sistem: Meningkatkan kemudahan penggunaan dan keamanan dengan menghilangkan kebutuhan untuk mengingat kata sandi, sekaligus mengurangi risiko terkait kata sandi yang lemah atau dicuri.
- Allow Login using User Name:
Fungsi: Jika dicentang, pengguna dapat login menggunakan nama pengguna (username) mereka sebagai pengganti atau selain Email ID.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan login dengan nama pengguna.
Efek pada Sistem: Memberikan opsi login tambahan bagi pengguna yang mungkin lebih suka menggunakan nama pengguna daripada alamat email.
- Login with email link expiry (in minutes):
Fungsi: Menentukan berapa lama (dalam menit) tautan login yang dikirimkan melalui email akan tetap valid.
Cara Input: Masukkan durasi dalam menit (misal: "10" untuk 10 menit).
Efek pada Sistem: Mengontrol jendela waktu di mana tautan login email dapat digunakan, meningkatkan keamanan dengan meminimalkan risiko penggunaan tautan yang sudah lama.
- Rate limit for email link login:
Fungsi: Menentukan batas frekuensi (rate limit) untuk permintaan tautan login email. Ini mencegah penyalahgunaan fitur untuk serangan *denial-of-service* atau *spam*. Nilai "0" berarti tidak ada batasan.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "0" untuk tidak ada batasan, atau angka lain untuk membatasi jumlah permintaan dalam periode tertentu).
Efek pada Sistem: Melindungi sistem dari upaya login yang berlebihan melalui tautan email, menjaga stabilitas dan keamanan.
Brute Force Security (Keamanan Brute Force)
Pengaturan ini membantu melindungi sistem dari serangan *brute force*, di mana penyerang mencoba menebak kata sandi berulang kali.
- Allow Consecutive Login Attempts:
Fungsi: Menentukan jumlah maksimum upaya login yang gagal secara berurutan sebelum akun dikunci sementara atau tindakan keamanan lainnya diterapkan.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "10" untuk 10 kali percobaan).
Efek pada Sistem: Mencegah serangan *brute force* dengan membatasi jumlah percobaan login yang gagal, mengunci akun setelah ambang batas terlampaui.
- Allow Login After Fail:
Fungsi: Menentukan durasi (dalam detik) setelah akun yang terkunci karena upaya login gagal berturut-turut akan dibuka kembali secara otomatis.
Cara Input: Masukkan durasi dalam detik (misal: "60" untuk 60 detik).
Efek pada Sistem: Memberikan periode penangguhan bagi akun yang terkunci, mencegah penyerang terus mencoba login, tetapi juga memungkinkan pengguna yang sah untuk mencoba lagi setelah waktu tertentu.
Two Factor Authentication (Autentikasi Dua Faktor)
Pengaturan ini memungkinkan Anda untuk mengaktifkan atau menonaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk lapisan keamanan tambahan.
- Enable Two Factor Auth:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mewajibkan pengguna untuk menyediakan faktor autentikasi kedua (misal: kode dari aplikasi autentikator, SMS) selain kata sandi mereka saat login.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan 2FA.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan akun secara signifikan dengan menambahkan lapisan verifikasi kedua, bahkan jika kata sandi pengguna telah dicuri.
Password Settings (Pengaturan Kata Sandi)
Bagian ini mengelola kebijakan dan perilaku terkait kata sandi pengguna, termasuk pengaturan reset kata sandi dan kekuatan kata sandi.
Gambar: Tampilan Tab Password di System Settings.
- Logout All Sessions on Password Reset:
Fungsi: Jika dicentang, semua sesi login aktif pengguna akan secara otomatis diakhiri (logout) ketika kata sandi mereka direset. Ini adalah fitur keamanan penting untuk memastikan bahwa sesi lama yang mungkin tidak aman tidak tetap aktif setelah kata sandi diubah.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan fitur keamanan ini.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan akun dengan memaksa pengguna untuk login kembali dengan kata sandi baru setelah reset, mencegah akses tidak sah melalui sesi lama.
- Force User to Reset Password In Days:
Fungsi: Menentukan jumlah hari setelahnya pengguna akan dipaksa untuk mereset kata sandi mereka. Jika diatur ke "0", fitur ini dinonaktifkan. Ini membantu menegakkan kebijakan perubahan kata sandi secara berkala.
Cara Input: Masukkan jumlah hari (misal: "90" untuk memaksa reset setiap 90 hari). Masukkan "0" untuk menonaktifkan.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan kata sandi dengan memastikan pengguna secara teratur memperbarui kata sandi mereka, mengurangi risiko kata sandi yang terlalu lama digunakan.
- Reset Password Link Expiry Duration:
Fungsi: Menentukan durasi (dalam menit) setelah tautan reset kata sandi yang dikirimkan ke email pengguna akan kedaluwarsa. Ini penting untuk mencegah penyalahgunaan tautan reset yang sudah lama.
Cara Input: Masukkan durasi dalam menit (misal: "20m" untuk 20 menit).
Efek pada Sistem: Mengontrol jendela waktu di mana tautan reset kata sandi dapat digunakan, meningkatkan keamanan dengan meminimalkan risiko penggunaan tautan yang sudah lama.
- Password Reset Link Generation Limit:
Fungsi: Menentukan batas jumlah tautan reset kata sandi yang dapat dihasilkan dalam satu jam. Ini mencegah penyalahgunaan fitur reset kata sandi untuk serangan *spam* atau *denial-of-service*.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "3" untuk 3 tautan per jam).
Efek pada Sistem: Melindungi sistem dari upaya berlebihan untuk menghasilkan tautan reset kata sandi, menjaga stabilitas dan keamanan.
- Enable Password Policy:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan menerapkan kebijakan kekuatan kata sandi berdasarkan nilai "Minimum Password Score". Ini memastikan pengguna membuat kata sandi yang kuat dan sulit ditebak.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan kebijakan kata sandi.
Efek pada Sistem: Meningkatkan keamanan kata sandi secara keseluruhan dengan mewajibkan pengguna untuk membuat kata sandi yang memenuhi standar kekuatan tertentu.
- Minimum Password Score:
Fungsi: Menentukan skor minimum yang diperlukan untuk kekuatan kata sandi. Nilai "2" berarti kekuatan sedang, dan "4" berarti sangat kuat. Sistem akan mengevaluasi kata sandi yang dimasukkan pengguna berdasarkan kriteria ini.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "2" atau "4").
Efek pada Sistem: Bekerja bersama "Enable Password Policy" untuk menegakkan standar kekuatan kata sandi, membantu mengurangi risiko kata sandi yang lemah.
Email Settings (Pengaturan Email)
Bagian ini mengelola konfigurasi terkait pengiriman email dari sistem, termasuk footer email, tautan tampilan web, dan template email otomatis.
Gambar: Tampilan Tab Email di System Settings.
- Email Footer Address:
Fungsi: Menentukan nama dan alamat organisasi Anda yang akan muncul di bagian bawah (footer) setiap email yang dikirim dari sistem. Ini penting untuk branding dan informasi kontak.
Cara Input: Masukkan teks yang diinginkan, seperti nama perusahaan, alamat, dan nomor telepon.
Efek pada Sistem: Menambahkan informasi standar di footer semua email yang dikirim oleh ERP Siumang.
- Disable Standard Email Footer:
Fungsi: Jika dicentang, footer email standar yang telah dikonfigurasi di "Email Footer Address" akan dinonaktifkan. Ini berguna jika Anda ingin menggunakan footer kustom melalui template email atau tidak ingin ada footer sama sekali.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menonaktifkan footer email standar.
Efek pada Sistem: Menghapus footer standar dari email yang dikirim oleh sistem.
- Email Retry Limit:
Fungsi: Menentukan berapa kali sistem akan mencoba kembali mengirim email jika upaya pengiriman pertama gagal. Ini membantu memastikan email penting terkirim bahkan jika ada masalah sementara dengan server email.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "3" untuk 3 kali percobaan ulang).
Efek pada Sistem: Meningkatkan keandalan pengiriman email dari ERP Siumang.
- Hide footer in auto email reports:
Fungsi: Jika dicentang, footer email standar akan disembunyikan khusus untuk laporan email otomatis. Ini sering digunakan untuk menjaga laporan tetap ringkas dan fokus pada data.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menyembunyikan footer di laporan email otomatis.
Efek pada Sistem: Mengoptimalkan tampilan laporan otomatis dengan menghilangkan footer yang mungkin tidak relevan.
- Include Web View Link in Email:
Fungsi: Jika dicentang, setiap email yang berisi dokumen (misal: Faktur Penjualan, Pesanan Pembelian) akan menyertakan tautan "Web View" yang memungkinkan penerima melihat dokumen tersebut di browser web. Ini sangat berguna untuk akses mudah dan tampilan yang konsisten.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menyertakan tautan tampilan web.
Efek pada Sistem: Menyediakan cara alternatif bagi penerima untuk melihat dokumen yang dikirimkan melalui email.
- Store Attached PDF Document:
Fungsi: Jika dicentang, ketika dokumen dikirim menggunakan email, versi PDF yang dilampirkan akan disimpan sebagai bagian dari catatan Komunikasi (Communication) dalam sistem. Ini berguna untuk audit dan referensi di masa mendatang.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menyimpan dokumen PDF yang dilampirkan.
Efek pada Sistem: Meningkatkan jejak audit komunikasi email, tetapi dapat meningkatkan penggunaan penyimpanan Anda.
- Welcome Email Template:
Fungsi: Memungkinkan Anda memilih template email yang akan digunakan sebagai email selamat datang otomatis untuk pengguna baru. Template ini dapat disesuaikan untuk memberikan informasi penting atau panduan awal.
Cara Input: Pilih template email dari daftar *dropdown* atau ketik nama template yang sudah ada.
Efek pada Sistem: Mengotomatiskan proses penyambutan pengguna baru dengan pesan yang konsisten dan informatif.
- Reset Password Template:
Fungsi: Memungkinkan Anda memilih template email yang akan digunakan untuk email reset kata sandi. Template ini dapat disesuaikan untuk branding atau instruksi spesifik.
Cara Input: Pilih template email dari daftar *dropdown* atau ketik nama template yang sudah ada.
Efek pada Sistem: Mengotomatiskan proses pengiriman email reset kata sandi dengan pesan yang konsisten dan aman.
Advanced Settings (Pengaturan Lanjutan)
Bagian ini berisi pengaturan tingkat lanjut yang memengaruhi perilaku sistem secara mendalam, termasuk kinerja laporan, manajemen *background workers*, dan telemetri.
Gambar: Tampilan Tab Advanced di System Settings.
- Reports:
Pengaturan ini mengontrol bagaimana laporan dihasilkan dan ditampilkan dalam sistem.
- Max auto email report per user:
Fungsi: Menentukan jumlah maksimum laporan otomatis yang dapat dikirimkan melalui email per pengguna. Ini membantu mencegah *spam* atau beban berlebihan pada server email.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "20" untuk membatasi 20 laporan per pengguna).
Efek pada Sistem: Mengelola penggunaan sumber daya email untuk pengiriman laporan otomatis.
- Max Report Rows:
Fungsi: Menentukan jumlah maksimum baris data yang dapat dirender dalam tampilan laporan. Nilai ini sangat penting untuk kinerja, terutama pada laporan dengan volume data yang besar.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "100000" untuk 100.000 baris).
Efek pada Sistem: Memengaruhi kecepatan pemuatan laporan dan penggunaan memori. Nilai yang terlalu tinggi dapat menyebabkan laporan lambat atau *crash*.
- Max auto email report per user:
- Background Workers:
Pengaturan ini terkait dengan bagaimana tugas-tugas di latar belakang (seperti pengiriman email terjadwal, pembaruan stok otomatis) dijalankan.
- Run Jobs only Daily if Inactive For (Days):
Fungsi: Menentukan jumlah hari sistem harus tidak aktif sebelum pekerjaan terjadwal (background jobs) hanya dijalankan sekali sehari. Mengatur ke "0" akan mencegah penonaktifan otomatis penjadwal.
Cara Input: Masukkan jumlah hari (misal: "4" untuk 4 hari tidak aktif). Masukkan "0" untuk selalu menjalankan penjadwal secara normal.
Efek pada Sistem: Mengoptimalkan penggunaan sumber daya server dengan mengurangi frekuensi eksekusi pekerjaan latar belakang pada situs yang jarang digunakan.
- Run Jobs only Daily if Inactive For (Days):
- Telemetry:
Pengaturan ini mengontrol pengiriman data penggunaan dan laporan kesalahan ke pengembang sistem.
- Show Full Error and Allow Reporting of Issues to the Developer:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan menampilkan detail kesalahan lengkap dan mengizinkan pelaporan masalah (bug) kepada pengembang. Ini sangat berguna untuk *debugging* dan peningkatan sistem.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan fitur ini.
Efek pada Sistem: Membantu dalam identifikasi dan penyelesaian masalah, tetapi mungkin mengekspos detail teknis kesalahan kepada pengguna.
- Allow Sending Usage Data for Improving Applications:
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mengirimkan data penggunaan anonim ke pengembang untuk membantu mereka meningkatkan aplikasi. Data ini biasanya tidak mengandung informasi pribadi.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengizinkan pengiriman data penggunaan.
Efek pada Sistem: Berkontribusi pada pengembangan dan peningkatan fitur di masa mendatang.
- Show Full Error and Allow Reporting of Issues to the Developer:
- Search:
Pengaturan ini memengaruhi perilaku fitur pencarian dalam sistem.
- Link Field Results Limit:
Fungsi: Menentukan jumlah maksimum hasil yang ditampilkan dalam *dropdown* field tautan (link field). Misalnya, saat Anda mengetik nama pelanggan di field "Customer", ini membatasi berapa banyak saran yang akan muncul.
Cara Input: Masukkan angka (misal: "10" untuk 10 hasil).
Efek pada Sistem: Memengaruhi kinerja pencarian dan responsivitas antarmuka saat menggunakan field tautan. Nilai yang lebih rendah dapat mempercepat tampilan saran.
- Link Field Results Limit:
Domain Settings (Pengaturan Domain)
Bagian Domain Settings memungkinkan Anda untuk mengaktifkan atau menonaktifkan domain bisnis tertentu dalam instalasi ERP Siumang Anda. Domain mencakup area seperti Manufaktur, Pendidikan, atau Layanan Kesehatan, yang masing-masing memiliki fitur dan DocType spesifik.
Mengelola pengaturan ini akan menyesuaikan sistem agar hanya menampilkan modul dan fitur yang relevan dengan jenis bisnis Anda, mengurangi kompleksitas antarmuka dan meningkatkan relevansi fungsionalitas.
Gambar: Tampilan Tab Domain Settings.
Active Domains (Domain Aktif)
Bagian ini menampilkan daftar domain bisnis yang tersedia dan memungkinkan Anda untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan Anda.
- Manufacturing:
Fungsi: Jika dicentang, modul dan fitur terkait manufaktur (seperti Bill of Materials, Work Order, Production Planning) akan diaktifkan dalam sistem.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan domain Manufaktur.
Efek pada Sistem: Memungkinkan penggunaan fungsionalitas ERP Siumang untuk perencanaan dan pengelolaan proses produksi.
- Retail:
Fungsi: Jika dicentang, modul dan fitur terkait ritel (seperti Point of Sale, Loyalty Program, Retail Analytics) akan diaktifkan dalam sistem.
Cara Input: Centang kotak ini untuk mengaktifkan domain Retail.
Efek pada Sistem: Memungkinkan penggunaan fungsionalitas ERP Siumang yang spesifik untuk operasi bisnis ritel.
Penting: Setelah melakukan perubahan pada pengaturan Domain, sistem mungkin memerlukan pembaruan atau Restart agar konfigurasi domain baru dapat diterapkan sepenuhnya. Selalu pastikan untuk menyimpan perubahan Anda.
Global Defaults (Standar Global)
Bagian Global Defaults adalah tempat Anda mengonfigurasi nilai standar yang akan diterapkan di seluruh sistem ERP Siumang jika tidak ada konfigurasi spesifik yang ditentukan di tempat lain. Pengaturan ini sangat penting untuk memastikan konsistensi data dan menyederhanakan proses input dengan mengisi otomatis field-field umum.
Mengelola standar global dengan cermat akan membantu mempertahankan integritas data, mempercepat alur kerja, dan mengurangi potensi kesalahan di seluruh operasi bisnis Anda.
Gambar: Tampilan Tab Global Defaults.
General Defaults (Standar Umum)
Bagian ini mencakup pengaturan standar untuk entitas dasar seperti perusahaan, negara, dan unit jarak.
- Default Company:
Fungsi: Menentukan perusahaan default yang akan digunakan untuk semua transaksi dan laporan jika Anda memiliki instalasi multi-perusahaan. Ini memastikan bahwa dokumen secara otomatis terkait dengan entitas bisnis yang benar.
Cara Input: Pilih nama perusahaan default dari daftar *dropdown* (misal: "Bijak Technology").
Efek pada Sistem: Mengisi otomatis field "Company" di berbagai dokumen, mengurangi input manual dan potensi kesalahan.
- Country:
Fungsi: Menampilkan negara default yang telah diatur di System Settings. Pengaturan ini memengaruhi format alamat, pajak, dan beberapa fitur lokalisasi lainnya.
Cara Input: Field ini biasanya terisi otomatis dari pengaturan System Settings. Tidak dapat diubah langsung di sini.
Efek pada Sistem: Memastikan sistem menyesuaikan diri dengan regulasi dan standar lokal yang berlaku di negara yang dipilih.
- Default Distance Unit:
Fungsi: Menentukan unit standar untuk pengukuran jarak yang akan digunakan di seluruh sistem (misal: Kilometer, Mil). Ini relevan untuk modul yang melibatkan perhitungan jarak, seperti logistik atau manajemen rute.
Cara Input: Masukkan unit jarak yang diinginkan (misal: "Kilometer" atau "Mil").
Efek pada Sistem: Memastikan konsistensi dalam unit pengukuran jarak di seluruh sistem.
Currency Display (Tampilan Mata Uang)
Bagian ini mengelola bagaimana nilai mata uang ditampilkan dalam sistem, termasuk mata uang default dan opsi untuk menyembunyikan simbol mata uang.
- Default Currency *:
Fungsi: Menentukan mata uang default yang akan digunakan untuk semua transaksi dan pelaporan keuangan jika multi-mata uang diaktifkan. Ini adalah mata uang utama untuk semua perhitungan finansial.
Cara Input: Pilih mata uang default dari daftar *dropdown* (misal: "IDR").
Efek pada Sistem: Menjadi dasar untuk semua perhitungan finansial dan konversi mata uang dalam sistem.
- Hide Currency Symbol:
Fungsi: Jika dicentang, sistem tidak akan menampilkan simbol mata uang (misal: "$", "Rp") di samping nilai numerik dalam transaksi dan laporan. Ini berguna untuk tampilan yang lebih bersih atau jika simbol mata uang sudah jelas dari konteks.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menyembunyikan simbol mata uang.
Efek pada Sistem: Memengaruhi tampilan numerik di laporan dan formulir, menghilangkan simbol mata uang.
- Disable Rounded Total:
Fungsi: Jika dicentang, field "Rounded Total" (Total Pembulatan) tidak akan terlihat dalam transaksi apa pun. Ini berarti total transaksi akan ditampilkan dengan presisi penuh tanpa pembulatan yang terlihat.
Cara Input: Centang kotak ini untuk menonaktifkan tampilan total pembulatan.
Efek pada Sistem: Memengaruhi tampilan total nilai dalam transaksi, memastikan presisi penuh tanpa pembulatan.
- Disable In Words:
Fungsi: Jika dicentang, field "In Words" (Dalam Kata-kata) tidak akan terlihat dalam transaksi apa pun. Field ini biasanya menampilkan total nilai transaksi dalam format teks (misal: "Satu Juta Rupiah").
Cara Input: Centang kotak ini untuk menonaktifkan tampilan nilai dalam kata-kata.
Efek pada Sistem: Menghilangkan tampilan total nilai dalam format teks dari transaksi.
Accounts Settings (Pengaturan Akuntansi)
Pengaturan Akuntansi adalah inti dari pengelolaan finansial di ERP Siumang. Bagian ini memungkinkan Anda untuk mengonfigurasi parameter fundamental yang memengaruhi bagaimana transaksi keuangan dicatat, diproses, dan dilaporkan di seluruh sistem. Konfigurasi yang tepat di sini sangat krusial untuk menjaga akurasi data keuangan, mematuhi standar akuntansi, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang solid.
Anda akan menemukan berbagai tab yang mengelompokkan pengaturan berdasarkan fungsionalitasnya, seperti penagihan, batas kredit, penutupan akun, dan lain-lain.
Gambar: Tampilan umum halaman Pengaturan Akuntansi.
Invoice and Billing (Faktur dan Penagihan)
Tab ini adalah pusat kendali untuk semua aspek terkait faktur penjualan dan proses penagihan di ERP Siumang. Konfigurasi yang cermat di sini memastikan bahwa faktur Anda tidak hanya akurat dan profesional, tetapi juga terintegrasi sempurna dengan alur kerja bisnis Anda, mulai dari penomoran hingga penanganan pembatalan dan retur.
Fungsi dan Kegunaan: Mengatur perilaku faktur, seperti penomoran otomatis, kondisi pembayaran default, penanganan pembatalan, serta integrasi dengan modul lain seperti pajak dan pembayaran. Ini membantu mencegah kesalahan, memastikan konsistensi dalam dokumen penagihan, dan mempercepat siklus kas perusahaan.
Invoice Cancellation (Pembatalan Faktur)
Bagian ini mengelola bagaimana sistem menangani pembatalan faktur yang sudah dibuat dan dikirim (Submitted).
- Unlink Payment on Cancellation of Invoice (Batalkan Tautan Pembayaran saat Pembatalan Faktur):
Fungsi: Jika dicentang, ketika sebuah Faktur Penjualan dibatalkan, sistem akan secara otomatis membatalkan tautan pembayaran yang terkait dengan faktur tersebut (jika ada pembayaran yang sudah dicatat untuk faktur tersebut).
Efek Akuntansi: Pembayaran yang sebelumnya terkait dengan faktur akan menjadi "unallocated" atau tidak teralokasi, dan mungkin perlu dialokasikan ulang ke faktur lain atau dikembalikan kepada pelanggan. Ini memastikan saldo piutang pelanggan kembali ke kondisi sebelum faktur dan pembayaran dicatat. - Unlink Advance Payment on Cancellation of Order (Batalkan Tautan Uang Muka saat Pembatalan Pesanan):
Fungsi: Jika dicentang, ketika sebuah Pesanan Penjualan (Sales Order) yang memiliki uang muka dibatalkan, sistem akan membatalkan tautan uang muka tersebut.
Efek Akuntansi: Uang muka yang sebelumnya terkait dengan pesanan akan kembali menjadi "unallocated" dan dapat digunakan untuk pesanan lain atau dikembalikan. Ini mencegah uang muka tetap terikat pada pesanan yang sudah dibatalkan. - Delete Accounting and Stock Ledger Entries on Deletion of Transaction (Hapus Entri Buku Besar Akuntansi dan Stok saat Penghapusan Transaksi):
Fungsi: Jika dicentang, saat sebuah transaksi (misal: Faktur Penjualan, Penerimaan Barang) dihapus dari sistem, semua entri jurnal akuntansi dan entri buku besar stok yang dihasilkan oleh transaksi tersebut juga akan dihapus secara permanen.
Efek Akuntansi: Ini akan sepenuhnya menghilangkan jejak transaksi dari buku besar akuntansi dan stok. Penggunaan opsi ini harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan ketidaksesuaian data jika tidak ditangani dengan benar, terutama pada transaksi yang sudah dikonsolidasi atau diaudit. Umumnya tidak disarankan untuk transaksi yang sudah diaudit. - Enable Immutable Ledger (Aktifkan Buku Besar Imutabel):
Fungsi: Jika dicentang, entri pembatalan akan diposting pada tanggal pembatalan yang sebenarnya, dan laporan akan mempertimbangkan entri yang dibatalkan juga. Ini menciptakan jejak audit yang lebih kuat karena tidak ada entri yang benar-benar dihapus, melainkan dibatalkan dengan entri pembalik.
Efek Akuntansi: Setiap pembatalan akan menghasilkan entri jurnal baru yang membalikkan efek dari entri asli. Ini berarti laporan keuangan akan menunjukkan baik transaksi asli maupun pembatalannya, memberikan transparansi penuh dan integritas data yang lebih tinggi, sangat penting untuk kepatuhan audit.
Gambar: Detail Pengaturan Pembatalan Faktur.
Invoicing Features (Fitur Penagihan)
Bagian ini mengonfigurasi fitur-fitur yang memengaruhi proses pembuatan faktur secara umum.
- Check Supplier Invoice Number Uniqueness (Periksa Keunikan Nomor Faktur Pemasok):
Fungsi: Jika dicentang, ini memastikan setiap Faktur Pembelian memiliki nomor faktur pemasok yang unik dalam satu tahun fiskal tertentu. Ini mencegah pencatatan faktur ganda dari pemasok yang sama.
Efek Akuntansi: Membantu menjaga integritas data piutang usaha dan mencegah pembayaran ganda kepada pemasok. Sistem akan memberikan peringatan atau memblokir jika nomor faktur yang sama dimasukkan kembali. - Enable Common Party Accounting (Aktifkan Akuntansi Pihak Umum):
Fungsi: Mengaktifkan fitur akuntansi pihak umum, yang memungkinkan pengelolaan transaksi dengan pihak yang sama baik sebagai pelanggan maupun pemasok.
Efek Akuntansi: Memungkinkan sistem untuk mengelola saldo gabungan (netting) untuk entitas yang berperan ganda sebagai pelanggan dan pemasok, menyederhanakan rekonsiliasi dan pelaporan. - Automatically Fetch Payment Terms From Order (Ambil Syarat Pembayaran Otomatis dari Pesanan):
Fungsi: Jika dicentang, syarat pembayaran yang telah ditentukan dalam Pesanan Penjualan (Sales Order) atau Pesanan Pembelian (Purchase Order) akan secara otomatis diambil dan diterapkan ke faktur terkait.
Efek Akuntansi: Memastikan konsistensi syarat pembayaran antara pesanan dan faktur, mengurangi kesalahan manual, dan mempercepat proses penagihan/pembayaran. - Allow Multi-currency Invoices Against Single Party Account (Izinkan Faktur Multi-mata Uang terhadap Akun Pihak Tunggal):
Fungsi: Jika dicentang, ini memungkinkan pembuatan faktur dalam berbagai mata uang terhadap satu akun pihak (pelanggan/pemasok) yang mata uang utamanya adalah mata uang perusahaan.
Efek Akuntansi: Memfasilitasi transaksi internasional dengan lebih fleksibel tanpa perlu membuat akun pihak terpisah untuk setiap mata uang. Sistem akan menangani konversi mata uang berdasarkan nilai tukar yang ditetapkan.
Gambar: Detail Pengaturan Fitur Penagihan.
Journals (Jurnal)
Bagian ini mengonfigurasi perilaku entri jurnal yang dihasilkan oleh faktur.
- Merge Similar Account Heads (Gabungkan Kepala Akun Serupa):
Fungsi: Jika dicentang, baris-baris dalam entri jurnal yang memiliki Kepala Akun (Account Head) yang sama akan digabungkan menjadi satu baris di Buku Besar (Ledger).
Efek Akuntansi: Menyederhanakan tampilan Buku Besar dan laporan keuangan dengan mengurangi duplikasi baris untuk akun yang sama dalam satu transaksi, membuat laporan lebih ringkas dan mudah dibaca.
Deferred Account Setting (Pengaturan Akun Tunda)
Bagian ini memungkinkan Anda mengonfigurasi bagaimana pendapatan dan biaya yang ditangguhkan (deferred) akan dicatat dan diakui secara periodik. Ini sangat penting untuk mematuhi prinsip akuntansi akrual.
Fungsi dan Kegunaan: Mengotomatisasi proses pengakuan pendapatan dan biaya yang terjadi di satu periode tetapi manfaat atau bebannya tersebar di beberapa periode. Misalnya, langganan tahunan yang dibayar di muka akan diakui sebagai pendapatan secara bulanan.
Field Penting:
- Book Deferred Entries Based On (Catat Entri Ditangguhkan Berdasarkan):
Fungsi: Pilihan dropdown ini menentukan dasar perhitungan untuk pengakuan pendapatan atau biaya ditangguhkan. Pilihan yang umum adalah "Days" (Hari) atau "Months" (Bulan).- Jika "Days" dipilih, jumlah akan diprorata berdasarkan jumlah hari dalam periode pengakuan.
- Jika "Months" dipilih, jumlah tetap akan dicatat sebagai pendapatan atau biaya ditangguhkan untuk setiap bulan, terlepas dari jumlah hari dalam bulan tersebut. Ini akan diprorata jika pendapatan atau biaya ditangguhkan tidak dicatat untuk satu bulan penuh.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi presisi pengakuan pendapatan dan biaya. Memilih "Days" memberikan akurasi yang lebih tinggi untuk pengakuan harian, sementara "Months" menyederhanakan perhitungan bulanan. - Automatically Process Deferred Accounting Entry (Proses Otomatis Entri Akuntansi Ditangguhkan):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan secara otomatis membuat entri akuntansi yang diperlukan untuk mengakui pendapatan atau biaya ditangguhkan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Efek Akuntansi: Mengotomatisasi proses akuntansi akrual, mengurangi pekerjaan manual dan risiko kesalahan. Entri jurnal akan dibuat secara berkala untuk memindahkan nilai dari akun ditangguhkan ke akun pendapatan atau biaya yang relevan. - Book Deferred Entries Via Journal Entry (Catat Entri Ditangguhkan Melalui Entri Jurnal):
Fungsi: Jika dicentang, entri ditangguhkan akan dicatat melalui Entri Jurnal standar. Jika tidak dicentang, entri Buku Besar (General Ledger) langsung akan dibuat untuk mencatat pendapatan atau biaya ditangguhkan.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi tingkat detail dan jejak audit. Mencatat melalui Entri Jurnal memberikan dokumen transaksi yang lebih formal dan terperinci, sementara entri GL langsung lebih ringkas tetapi mungkin kurang transparan dalam jejak audit. Umumnya, pencatatan melalui Entri Jurnal lebih disukai untuk transparansi.
Gambar: Detail Pengaturan Akun Tunda.
Tax Settings (Pengaturan Pajak)
Bagian ini mengelola bagaimana pajak diterapkan pada faktur penjualan dan pembelian.
- Determine Address Tax Category From (Tentukan Kategori Pajak Alamat Dari):
Fungsi: Menentukan alamat mana (misal: Alamat Penagihan, Alamat Pengiriman) yang akan digunakan untuk menentukan kategori pajak dalam transaksi.
Efek Akuntansi: Memastikan perhitungan pajak yang benar berdasarkan lokasi yang relevan, sesuai dengan peraturan pajak daerah atau nasional. - Automatically Add Taxes and Charges from Item Tax Template (Tambahkan Pajak dan Biaya Otomatis dari Template Pajak Item):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan secara otomatis menerapkan pajak dan biaya dari template pajak yang terkait dengan item yang difakturkan.
Efek Akuntansi: Mengotomatisasi perhitungan pajak, mengurangi kesalahan manual, dan memastikan kepatuhan pajak yang konsisten pada setiap item. - Automatically Add Taxes from Taxes and Charges Template (Tambahkan Pajak Otomatis dari Template Pajak dan Biaya):
Fungsi: Jika tidak ada pajak yang diatur secara spesifik dan template Pajak dan Biaya dipilih, sistem akan secara otomatis menerapkan pajak dari template yang dipilih. Ini adalah opsi umum untuk menerapkan pajak pada seluruh transaksi.
Efek Akuntansi: Memastikan pajak diterapkan secara konsisten pada seluruh faktur jika tidak ada aturan pajak spesifik item. - Book Tax Loss on Early Payment Discount (Catat Kerugian Pajak pada Diskon Pembayaran Awal):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan memisahkan diskon pembayaran awal menjadi pendapatan dan kerugian pajak.
Efek Akuntansi: Memungkinkan pelaporan yang lebih granular mengenai dampak pajak dari diskon pembayaran awal, penting untuk analisis profitabilitas dan kepatuhan pajak. - Round Tax Amount Row-wise (Bulatkan Jumlah Pajak per Baris):
Fungsi: Jika dicentang, jumlah pajak akan dibulatkan pada tingkat baris (item) dalam faktur, bukan pada total faktur.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi bagaimana pembulatan pajak dicatat dalam jurnal. Pembulatan per baris dapat menghasilkan total pajak yang sedikit berbeda dibandingkan pembulatan total, tergantung pada kebijakan akuntansi perusahaan.
Gambar: Detail Pengaturan Pajak.
Print Settings (Pengaturan Cetak)
Bagian ini mengonfigurasi opsi tampilan saat mencetak faktur atau dokumen terkait.
- Show Inclusive Tax in Print (Tampilkan Pajak Inklusif dalam Cetakan):
Fungsi: Jika dicentang, faktur yang dicetak akan menampilkan harga item sudah termasuk pajak.
Efek Akuntansi: Tidak ada efek langsung pada pencatatan akuntansi, hanya pada presentasi visual faktur untuk pelanggan. - Show Taxes as Table in Print (Tampilkan Pajak sebagai Tabel dalam Cetakan):
Fungsi: Jika dicentang, rincian pajak akan ditampilkan dalam format tabel terpisah pada faktur yang dicetak.
Efek Akuntansi: Tidak ada efek langsung pada pencatatan akuntansi, hanya pada presentasi visual faktur. - Show Payment Schedule in Print (Tampilkan Jadwal Pembayaran dalam Cetakan):
Fungsi: Jika dicentang, jadwal pembayaran (misal: angsuran) yang terkait dengan faktur akan ditampilkan pada cetakan faktur.
Efek Akuntansi: Tidak ada efek langsung pada pencatatan akuntansi, hanya pada presentasi visual faktur.
Item Price Settings (Pengaturan Harga Item)
Bagian ini mengelola konsistensi harga item dalam transaksi internal.
- Maintain Same Rate Throughout Internal Transaction (Pertahankan Harga yang Sama di Seluruh Transaksi Internal):
Fungsi: Jika dicentang, harga item akan dipertahankan sama di seluruh transaksi internal yang melibatkan item tersebut (misal: dari Sales Order ke Sales Invoice). Ini mencegah perubahan harga yang tidak disengaja di antara tahapan transaksi.
Efek Akuntansi: Memastikan konsistensi nilai transaksi yang dicatat dalam buku besar, terutama untuk pendapatan dan biaya penjualan.
Currency Exchange Settings (Pengaturan Nilai Tukar Mata Uang)
Bagian ini mengonfigurasi bagaimana sistem menangani nilai tukar mata uang, terutama untuk transaksi multi-mata uang.
- Allow Stale Exchange Rates (Izinkan Nilai Tukar Kadaluarsa):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mengizinkan penggunaan nilai tukar mata uang yang mungkin sudah tidak terbaru (kadaluarsa) saat melakukan transaksi multi-mata uang. Jika tidak dicentang, sistem akan meminta nilai tukar terbaru.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi akurasi konversi mata uang dan potensi laba/rugi selisih kurs. Mengizinkan nilai tukar kadaluarsa dapat mempercepat input data tetapi berisiko pada akurasi finansial. - Allow Implicit Pegged Currency Conversion (Izinkan Konversi Mata Uang Terpancang Implisit):
Fungsi: Sistem akan melakukan konversi implisit menggunakan nilai tukar mata uang terpancang (pegged currency). Contoh: Alih-alih AED -> INR, sistem akan melakukan AED -> USD menggunakan nilai tukar terpancang AED terhadap USD.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi bagaimana laba atau rugi selisih kurs dihitung dan dicatat dalam buku besar. Ini relevan untuk perusahaan yang beroperasi dengan mata uang yang dipatok ke mata uang lain. - Posting Date Inheritance For Exchange Gain / Loss (Pewarisan Tanggal Posting untuk Laba/Rugi Selisih Kurs):
Fungsi: Menentukan tanggal posting mana yang akan digunakan untuk mencatat laba atau rugi selisih kurs. Pilihan umumnya adalah "Payment" (Pembayaran), yang berarti laba/rugi dicatat pada tanggal pembayaran.
Efek Akuntansi: Memengaruhi periode akuntansi di mana laba atau rugi selisih kurs diakui. Memilih "Payment" berarti laba/rugi diakui saat pembayaran aktual terjadi, yang merupakan praktik umum.
Gambar: Detail Pengaturan Nilai Tukar Mata Uang.
Payment Reconciliation Settings (Pengaturan Rekonsiliasi Pembayaran)
Bagian ini mengonfigurasi otomatisasi proses rekonsiliasi pembayaran.
- Auto Reconcile Payments (Rekonsiliasi Pembayaran Otomatis):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mencoba secara otomatis merekonsiliasi pembayaran dengan faktur yang sesuai berdasarkan kriteria tertentu.
Efek Akuntansi: Mengurangi beban kerja manual dalam rekonsiliasi bank dan piutang/hutang. Pembayaran akan secara otomatis ditautkan ke faktur yang relevan, memperbarui status faktur menjadi "Paid" atau "Partially Paid". - Auto Reconciliation Job Trigger (Pemicu Pekerjaan Rekonsiliasi Otomatis):
Fungsi: Menentukan interval (dalam menit) antara 1 hingga 59 menit untuk memicu pekerjaan rekonsiliasi otomatis.
Efek Akuntansi: Mengontrol frekuensi sistem mencoba merekonsiliasi pembayaran secara otomatis. Interval yang lebih pendek berarti rekonsiliasi lebih sering. - Reconciliation Queue Size (Ukuran Antrean Rekonsiliasi):
Fungsi: Menentukan jumlah dokumen yang akan diproses dalam setiap pemicu pekerjaan rekonsiliasi otomatis. Ukuran antrean harus antara 5 dan 100 dokumen.
Efek Akuntansi: Memengaruhi kinerja sistem selama proses rekonsiliasi otomatis. Ukuran antrean yang lebih besar dapat memproses lebih banyak data sekaligus tetapi mungkin membutuhkan lebih banyak sumber daya.
Gambar: Detail Pengaturan Rekonsiliasi Pembayaran.
Credit Limits (Batas Kredit)
Tab Batas Kredit memungkinkan Anda mengelola kebijakan kredit untuk pelanggan. Ini sangat penting untuk mengontrol risiko piutang dan memastikan kesehatan finansial perusahaan.
Fungsi dan Kegunaan: Menetapkan dan memantau batas kredit untuk setiap pelanggan. Sistem dapat secara otomatis memblokir transaksi jika batas kredit terlampaui, membantu mencegah kerugian akibat piutang tak tertagih.
Field Penting:
- Enable Credit Limit (Aktifkan Batas Kredit): Centang opsi ini untuk mengaktifkan fitur batas kredit di seluruh sistem. Jika tidak dicentang, batas kredit tidak akan diberlakukan.
Contoh: Jika Anda ingin sistem secara otomatis memperingatkan atau memblokir pesanan penjualan ketika pelanggan melebihi batas kreditnya, aktifkan opsi ini. - Credit Limit Type (Tipe Batas Kredit): Menentukan apakah batas kredit berlaku untuk total piutang atau total pesanan yang belum difakturkan.
- Credit Limit Alert (Peringatan Batas Kredit): Mengatur apakah sistem akan memberikan peringatan atau memblokir transaksi ketika batas kredit tercapai.
Gambar: Detail Pengaturan Batas Kredit.
POS (Point of Sale)
Tab ini berisi pengaturan khusus untuk modul Point of Sale (POS) atau penjualan ritel. Konfigurasi di sini memastikan operasi kasir berjalan lancar dan terintegrasi dengan akuntansi.
Fungsi dan Kegunaan: Mengelola perilaku entri buku besar untuk jumlah kembalian dalam transaksi POS. Ini memastikan pencatatan akuntansi yang akurat untuk setiap aspek transaksi ritel.
Field Penting:
- Create Ledger Entries for Change Amount (Buat Entri Buku Besar untuk Jumlah Kembalian):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan membuat entri buku besar terpisah untuk jumlah kembalian yang diberikan kepada pelanggan dalam transaksi POS.
Efek Akuntansi: Memastikan bahwa setiap jumlah kembalian dicatat secara eksplisit dalam buku besar, yang dapat membantu dalam rekonsiliasi kas dan pelaporan yang lebih detail. Jika tidak dicentang, jumlah kembalian mungkin hanya mengurangi total penerimaan kas tanpa entri terpisah.
Gambar: Detail Pengaturan Point of Sale (POS).
Maintenance (Pemeliharaan)
Tab Pemeliharaan berisi pengaturan yang berkaitan dengan aset dan jadwal pemeliharaan. Ini penting untuk mengelola umur aset dan biaya operasional.
Fungsi dan Kegunaan: Mengonfigurasi bagaimana sistem melacak jadwal pemeliharaan aset, biaya terkait, dan depresiasi. Ini membantu dalam perencanaan pemeliharaan preventif dan analisis biaya aset.
Field Penting:
- Default Maintenance Cost Account (Akun Biaya Pemeliharaan Default): Menentukan akun akuntansi tempat biaya pemeliharaan aset akan dicatat secara default.
Contoh: Pastikan akun ini adalah akun biaya yang tepat di Bagan Akun Anda. - Default Accumulated Depreciation Account (Akun Akumulasi Depresiasi Default): Menentukan akun akumulasi depresiasi default untuk aset.
Gambar: Detail Pengaturan Pemeliharaan.
Accounts Closing (Penutupan Akun)
Tab Penutupan Akun mengelola proses pembekuan (freezing) entri akuntansi untuk periode tertentu, yang sangat penting untuk integritas data dan audit. Ini memastikan bahwa setelah periode ditutup, tidak ada perubahan yang tidak sah dapat dilakukan pada catatan keuangan.
Fungsi dan Kegunaan: Membekukan entri akuntansi hingga tanggal tertentu, mencegah pembuatan atau modifikasi entri oleh pengguna yang tidak berwenang. Ini juga memungkinkan sistem untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat bahkan jika ada voucher penutupan periode yang hilang atau tidak berurutan.
Period Closing Settings (Pengaturan Penutupan Periode)
Bagian ini mengonfigurasi parameter utama untuk proses pembekuan akun.
- Accounts Frozen Till Date (Akun Dibekukan Hingga Tanggal):
Fungsi: Tanggal yang Anda masukkan di sini akan menjadi batas waktu pembekuan. Semua entri akuntansi yang memiliki tanggal posting pada atau sebelum tanggal ini akan dibekukan. Tidak ada pengguna yang dapat membuat atau memodifikasi entri akuntansi pada periode yang dibekukan, kecuali mereka memiliki peran khusus yang ditentukan di bawah.
Efek Akuntansi: Memastikan integritas data historis. Setelah akun dibekukan, laporan keuangan untuk periode tersebut dapat dianggap final dan akurat, karena tidak ada perubahan yang dapat terjadi secara retroaktif. Ini sangat penting untuk tujuan audit dan pelaporan keuangan.
Contoh: Jika Anda mengatur tanggal ini ke '31-12-2024', maka semua transaksi hingga akhir tahun 2024 tidak dapat diubah lagi oleh sebagian besar pengguna. - Role Allowed to Set Frozen Accounts and Edit Frozen Entries (Peran yang Diizinkan untuk Mengatur Akun Dibekukan dan Mengedit Entri Dibekukan):
Fungsi: Field ini memungkinkan Anda menentukan peran pengguna mana yang memiliki wewenang untuk mengatur tanggal pembekuan akun dan, yang lebih penting, untuk membuat atau memodifikasi entri akuntansi terhadap akun yang sudah dibekukan. Ini adalah peran "super-user" untuk audit dan koreksi yang sangat jarang terjadi.
Efek Akuntansi: Memberikan kontrol granular atas siapa yang dapat memanipulasi data yang sudah dibekukan. Hanya pengguna dengan peran ini (misalnya, "System Manager" atau "Auditor Khusus") yang dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan setelah periode ditutup, dengan jejak audit yang jelas.
Contoh: Anda bisa menetapkan peran "Auditor Akuntansi" di sini untuk memastikan hanya tim audit yang bisa melakukan koreksi pasca-pembekuan. - Ignore Account Closing Balance (Abaikan Saldo Penutupan Akun):
Fungsi: Jika dicentang, laporan keuangan akan dihasilkan menggunakan DocType Entri Jurnal (GL Entry), bahkan jika Voucher Penutupan Periode tidak diposting untuk semua tahun secara berurutan atau ada yang hilang. Ini memberikan fleksibilitas dalam melihat laporan tanpa terikat pada proses penutupan periode yang sempurna.
Efek Akuntansi: Memungkinkan fleksibilitas dalam pelaporan. Jika ada masalah dengan proses penutupan buku tahunan (misal: voucher penutupan tidak dibuat atau hilang), opsi ini memungkinkan Anda tetap menghasilkan laporan keuangan yang valid berdasarkan entri buku besar individual, bukan hanya saldo penutupan yang dikonsolidasi.
Contoh: Berguna saat melakukan audit atau analisis data di mana proses penutupan akhir tahun belum sepenuhnya selesai atau ada inkonsistensi historis.
Gambar: Detail Pengaturan Penutupan Akun.
Chart Of Accounts (Bagan Akun)
Tab Bagan Akun memungkinkan Anda mengelola struktur hierarkis dari semua akun keuangan perusahaan Anda. Ini adalah fondasi dari seluruh sistem akuntansi.
Fungsi dan Kegunaan: Mendefinisikan kategori akun (aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, biaya) dan akun individual di dalamnya. Struktur yang baik memudahkan pencatatan transaksi, pelaporan, dan analisis keuangan.
Tampilan Bagan Akun
Bagian ini mengonfigurasi bagaimana Bagan Akun ditampilkan dalam sistem.
- Show Balances in Chart Of Accounts (Tampilkan Saldo di Bagan Akun):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan menampilkan saldo terkini dari setiap akun langsung di tampilan Bagan Akun. Ini memberikan gambaran cepat tentang posisi keuangan setiap akun tanpa harus membuka laporan terpisah.
Efek Akuntansi: Mempermudah pemantauan saldo akun secara real-time. Administrator dan pengguna akuntansi dapat dengan cepat melihat apakah saldo akun sesuai ekspektasi atau jika ada anomali yang perlu diselidiki. Ini adalah fitur visual yang tidak memengaruhi pencatatan, tetapi sangat membantu dalam analisis.
Contoh: Dengan opsi ini aktif, Anda bisa langsung melihat total kas di akun 'Kas Bank' atau total piutang di akun 'Piutang Usaha' saat menjelajahi Bagan Akun.
Gambar: Detail Pengaturan Bagan Akun.
Banking (Perbankan)
Tab Perbankan mengelola pengaturan terkait akun bank dan rekonsiliasi bank. Ini memastikan semua transaksi bank tercatat dengan benar dan sesuai dengan catatan internal.
Fungsi dan Kegunaan: Mengonfigurasi otomatisasi pencocokan pihak dalam transaksi bank. Ini penting untuk mempercepat proses rekonsiliasi bank dan memastikan data akuntansi yang akurat.
Field Penting:
- Enable Automatic Party Matching (Aktifkan Pencocokan Pihak Otomatis):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan secara otomatis mencoba mencocokkan dan menetapkan "Pihak" (misal: Pelanggan atau Pemasok) ke transaksi bank berdasarkan data yang tersedia. Ini sangat membantu dalam proses rekonsiliasi bank, mengurangi kebutuhan input manual.
Efek Akuntansi: Meningkatkan efisiensi rekonsiliasi bank dengan mengotomatisasi identifikasi pihak yang terlibat dalam setiap transaksi. Ini memastikan bahwa transaksi bank ditautkan dengan benar ke akun piutang atau hutang yang relevan, menjaga keakuratan buku besar.
Contoh: Ketika Anda mengimpor laporan bank, sistem akan mencoba mencocokkan transaksi dengan faktur atau pembayaran yang sudah ada berdasarkan nama atau nomor referensi, dan secara otomatis menetapkan pelanggan atau pemasok yang sesuai.
Gambar: Detail Pengaturan Perbankan.
Reports (Laporan)
Tab Laporan mengelola pengaturan yang memengaruhi bagaimana laporan akuntansi dihasilkan dan ditampilkan dalam sistem. Konfigurasi di sini sangat penting untuk mengontrol format, kinerja, dan detail data yang muncul di laporan keuangan Anda.
Fungsi dan Kegunaan: Memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan tampilan laporan, mengelola panjang kolom komentar, dan menyesuaikan metode pengambilan data untuk laporan Piutang/Hutang, memastikan laporan yang relevan dan efisien.
Remarks Column Length (Panjang Kolom Keterangan)
Bagian ini mengontrol panjang karakter maksimum untuk kolom 'Remarks' (Keterangan) di laporan tertentu. Jika teks melebihi panjang yang ditentukan, itu akan dipotong (truncated).
- General Ledger (Buku Besar Umum):
Fungsi: Mengatur panjang karakter untuk kolom 'Remarks' dalam laporan Buku Besar Umum. Nilai '0' (nol) biasanya berarti tidak ada pemotongan, atau sistem akan menggunakan panjang default yang sangat panjang.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi tampilan laporan. Pemotongan dapat membuat laporan lebih ringkas tetapi berisiko menyembunyikan detail penting jika keterangan terlalu panjang. Pastikan panjang yang cukup untuk informasi relevan.
Contoh: Jika Anda memasukkan '50', maka kolom keterangan di Buku Besar Umum hanya akan menampilkan 50 karakter pertama. - Accounts Receivable/Payable (Piutang/Hutang):
Fungsi: Mengatur panjang karakter untuk kolom 'Remarks' dalam laporan Piutang dan Hutang. Sama seperti Buku Besar Umum, '0' berarti tidak ada pemotongan atau panjang default yang sangat panjang.
Efek Akuntansi: Mempengaruhi keterbacaan laporan Piutang dan Hutang. Keterangan yang dipotong dapat mempersulit identifikasi detail transaksi yang relevan.
Contoh: Jika Anda memasukkan '100', maka kolom keterangan di laporan Piutang/Hutang akan menampilkan hingga 100 karakter.
Accounts Receivable / Payable Tuning (Penyesuaian Piutang / Hutang)
Bagian ini mengonfigurasi metode pengambilan data untuk laporan Piutang dan Hutang, yang dapat memengaruhi kinerja laporan, terutama untuk database besar.
- Data Fetch Method (Metode Pengambilan Data):
Fungsi: Pilihan ini menentukan bagaimana sistem mengambil data untuk laporan Piutang dan Hutang. Pilihan yang umum adalah "Buffered Cursor" atau "Direct Fetch".- Buffered Cursor: Mengambil data dalam blok-blok kecil (buffer) yang disimpan di memori, seringkali lebih efisien untuk laporan besar karena mengurangi beban pada database secara langsung.
- Direct Fetch: Mengambil semua data sekaligus, mungkin lebih cepat untuk laporan kecil tetapi bisa membebani server untuk laporan yang sangat besar.
Efek Akuntansi: Tidak ada efek langsung pada keakuratan data, tetapi sangat memengaruhi kinerja dan kecepatan pembuatan laporan Piutang dan Hutang. Memilih metode yang tepat dapat mencegah laporan menjadi lambat atau *timeout*.
Contoh: Jika Anda memiliki ribuan transaksi piutang, memilih "Buffered Cursor" dapat membuat laporan lebih responsif.
Legacy Fields (Field Lama)
Bagian ini berisi pengaturan untuk kompatibilitas dengan fitur atau field lama dalam sistem.
- Ignore Is Opening check for reporting (Abaikan pemeriksaan Is Opening untuk pelaporan):
Fungsi: Jika dicentang, sistem akan mengabaikan field lama 'Is Opening' di Entri Jurnal (GL Entry) yang memungkinkan penambahan saldo awal setelah sistem digunakan saat menghasilkan laporan. Ini berguna jika ada data historis yang perlu diperhitungkan tanpa memengaruhi logika saldo awal saat ini.
Efek Akuntansi: Memungkinkan fleksibilitas dalam pelaporan data historis yang mungkin memiliki entri saldo awal yang dicatat dengan cara lama. Jika tidak dicentang, laporan mungkin hanya memperhitungkan saldo awal yang dicatat dengan metode standar terbaru.
Contoh: Jika Anda mengimpor data lama dari sistem lain yang menggunakan metode saldo awal yang berbeda, mengaktifkan opsi ini dapat membantu laporan Anda tetap konsisten.
Gambar: Detail Pengaturan Laporan.
Payment Request (Permintaan Pembayaran)
Tab Permintaan Pembayaran mengelola pengaturan terkait permintaan pembayaran dari pelanggan atau untuk pembayaran ke pemasok. Ini menyederhanakan proses penagihan dan pembayaran.
Fungsi dan Kegunaan: Mengonfigurasi perilaku permintaan pembayaran, termasuk seri penomoran dan validasi. Ini membantu mengotomatisasi pengiriman permintaan pembayaran dan pelacakan statusnya.
Field Penting:
- Create in Draft Status (Buat dalam Status Draf):
Fungsi: Jika dicentang, setiap Permintaan Pembayaran yang dibuat akan secara otomatis disimpan dalam status "Draft" (Draf). Ini memungkinkan peninjauan atau modifikasi lebih lanjut sebelum permintaan tersebut dikirim atau diproses. Jika tidak dicentang, permintaan pembayaran mungkin langsung dibuat dalam status "Submitted" atau status aktif lainnya.
Efek Akuntansi: Memberikan lapisan kontrol dan verifikasi sebelum permintaan pembayaran menjadi aktif. Ini mengurangi risiko kesalahan atau pengiriman permintaan yang belum final, memastikan akurasi data sebelum memengaruhi alur kerja keuangan atau dikirim ke pihak terkait.
Contoh: Jika Anda ingin tim keuangan meninjau setiap permintaan pembayaran sebelum dikirim ke pelanggan, aktifkan opsi ini.
Gambar: Detail Pengaturan Permintaan Pembayaran.
Inventory Settings (Pengaturan Inventaris)
Pengaturan Inventaris mengelola perilaku stok, gudang, dan pergerakan barang. Ini vital untuk menjaga akurasi data inventaris dan mengoptimalkan manajemen rantai pasok.
Fungsi dan Kegunaan: Mengontrol bagaimana sistem melacak kuantitas barang, lokasi penyimpanan, dan metode penilaian stok. Pengaturan ini memengaruhi ketersediaan produk, biaya persediaan, dan efisiensi operasional gudang.
Cara Input: Anda dapat menentukan metode penilaian stok (misal: FIFO, LIFO, Weighted Average), mengaktifkan fitur Serial Number atau Batch Number, mengatur gudang default, dan mengonfigurasi aturan untuk transfer stok dan penyesuaian inventaris. Field yang tersedia meliputi pilihan metode, kotak centang aktivasi fitur, dan input untuk gudang default.
Gambar: Tampilan Pengaturan Inventaris.
Sales Settings (Pengaturan Penjualan)
Pengaturan Penjualan mengonfigurasi parameter untuk semua aktivitas penjualan, mulai dari penawaran hingga faktur. Ini memastikan proses penjualan yang efisien dan sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Fungsi dan Kegunaan: Mendefinisikan aturan harga, diskon, pajak penjualan, dan alur kerja dokumen penjualan. Pengaturan ini membantu otomatisasi proses, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Cara Input: Anda dapat mengatur seri penomoran untuk dokumen penjualan (misal: Sales Order, Sales Invoice), menentukan daftar harga default, mengonfigurasi syarat pembayaran standar, dan mengaktifkan validasi tertentu untuk pesanan atau faktur. Field-field ini seringkali berupa input teks untuk seri, dropdown untuk daftar harga, dan kotak centang untuk validasi.
Gambar: Tampilan Pengaturan Penjualan.
Purchase Settings (Pengaturan Pembelian)
Pengaturan Pembelian mengelola semua aspek terkait pengadaan barang dan jasa, dari permintaan hingga penerimaan dan faktur pembelian. Ini memastikan proses pembelian yang terkontrol dan efisien.
Fungsi dan Kegunaan: Mendefinisikan aturan untuk permintaan pembelian, pesanan pembelian, dan penerimaan barang. Pengaturan ini membantu mengelola hubungan dengan pemasok, mengontrol biaya, dan memastikan pasokan yang tepat waktu.
Cara Input: Anda dapat mengatur seri penomoran untuk dokumen pembelian (misal: Purchase Order, Purchase Receipt), menentukan syarat pembayaran default untuk pemasok, dan mengonfigurasi validasi untuk pesanan pembelian atau penerimaan barang. Input yang umum adalah teks untuk seri penomoran, dropdown untuk syarat pembayaran, dan kotak centang untuk aktivasi fitur.
Gambar: Tampilan Pengaturan Pembelian.
Production Settings (Pengaturan Produksi)
Pengaturan Produksi mengonfigurasi parameter terkait proses manufaktur dan perakitan. Ini penting untuk mengelola Bill of Materials (BOM), Work Order, dan jadwal produksi secara efektif.
Fungsi dan Kegunaan: Mengontrol bagaimana sistem menangani proses produksi, konsumsi material, dan output produk jadi. Pengaturan ini membantu perencanaan produksi, pelacakan biaya manufaktur, dan efisiensi operasional pabrik.
Cara Input: Anda dapat menentukan gudang default untuk material mentah dan produk jadi, mengatur seri penomoran untuk Work Order, dan mengonfigurasi aturan untuk backflush material atau alokasi biaya produksi. Field yang tersedia meliputi dropdown untuk gudang, input teks untuk seri, dan kotak centang untuk fitur otomatisasi.
Gambar: Tampilan Pengaturan Produksi.
CRM Settings (Pengaturan CRM)
Pengaturan CRM (Customer Relationship Management) mengelola konfigurasi terkait interaksi dengan pelanggan, prospek, dan manajemen peluang penjualan. Ini mendukung tim penjualan dan pemasaran.
Fungsi dan Kegunaan: Mendefinisikan tahapan siklus penjualan, kategori prospek, dan jenis aktivitas CRM. Pengaturan ini membantu melacak interaksi pelanggan, mengelola pipeline penjualan, dan meningkatkan retensi pelanggan.
Cara Input: Anda dapat mengatur seri penomoran untuk Lead atau Opportunity, menentukan tahapan default dalam siklus penjualan, dan mengonfigurasi integrasi dengan alat komunikasi eksternal jika diperlukan. Field yang umum adalah input teks untuk seri, dropdown untuk tahapan, dan kotak centang untuk aktivasi integrasi.
Gambar: Tampilan Pengaturan CRM.
RnD Projects Settings (Pengaturan Proyek RnD)
Pengaturan Proyek RnD (Research and Development) mengelola konfigurasi untuk proyek penelitian dan pengembangan. Ini membantu melacak kemajuan, biaya, dan sumber daya yang dialokasikan untuk inovasi.
Fungsi dan Kegunaan: Mendefinisikan kategori proyek RnD, tahapan proyek, dan alokasi anggaran. Pengaturan ini mendukung manajemen portofolio proyek, pelacakan pengeluaran, dan evaluasi keberhasilan proyek inovasi.
Cara Input: Anda dapat mengatur seri penomoran untuk Proyek RnD, menentukan tahapan default dalam siklus proyek, dan mengonfigurasi bagaimana biaya proyek dialokasikan. Input yang umum adalah teks untuk seri, dropdown untuk tahapan, dan pilihan untuk metode alokasi biaya.
Gambar: Tampilan Pengaturan Proyek RnD.